Selasa, 31 Juli 2018

Teruntuk Kamu,Terimakasih!


Ada dua pilihan dalam hidup ini,tetap menjadi pribadi yang seperti itu itu saja atau berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi,tergantung diri kita sendiri.

Aku Elina,cewek biasa yang jauh dari kata baik dan sholehah,cewek biasa yang sangat terbatas akan kepengetahuannya tentang islam,cewek biasa yang berharap suatu saat dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi.Hingga pada akhirnya Allah mempertemukan aku dengan seseorang yang merubah hidup ku menjadi lebih baik lagi.
Teruntuk kamu,jika kamu membaca cerita ini,aku ingin mengucapkan Terimakasih dan Selamat Mengenang yaa!!

 Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru semester 1 kelas sebelas.Seminggu yang lalu untuk pembagian kelas telah di umumkan dan ternyata aku masuk di kelas XI IPA 3.Ketika aku sedang berjalan menuju kelas,tiba tiba aku bertabrakan dengan seorang cowok.
"Aduh ..."ringisku
"Kamu gak papa?Afwan,tadi gak lihat soalnya lagi buru buru"ujarnya merasa bersalah
"Eh iya gak papa kok,kamu murid baru ya?"
"Iya,saya murid baru di sini,saya pindahan dari bandung."
"Oh pantesan mukanya kayak asing gitu ternyata murid baru"jawabku"kenalkan,namaku Elina"
"Nama saya Fikri Muhammad"ucapnya sambil menelungkupkan tangannya
"Kamu bisa tidak mengantarkan saya  ke kelas XI IPA 3?"lanjutnya
"Jadi kamu masuk di kelas XI IPA 3,kalau begitu sama dong,yaudah ke  kelas nya  bareng aja yuk"
Duh ternyata aku sekelas sama cogan,hmm rezeki anak sholehah ini mah hehe .. 
"Iya  boleh,tapi jalannya kamu duluan ya"
"Loh kenapa gak bareng aja"
"Ah enggak enggak kamu duluan aja,nanti aku ngikutin kamu dari belakang"
"Yaudah deh"ucapku malas
Setelah seminggu bersekolah,aku dan teman teman lainnya menjadi semakin akrab.Namun dari semua teman teman ku Fikri kelihatan beda dari cowok cowok lain,Fikri orangnya kurang bergaul,apalagi kalau sama perempuan dapat dihitung kayaknya berapa kali dia berinteraksi dengan perempuan.Karena aku penasaran akhirnya aku pun bertanya pada Fikri.
"Fikri,kamu lagi ngapain?"
"Lagi ngerjain tugas fisika el,kamu sendiri gak ngerjain?"
"Duh rajin amat sih fik,enggak ah nanti aja orang gak dikumpulin ini kok"
"Tapi el,gak baik tahu nunda nunda pekerjaan,lebih cepat ngerjain kan lebih baik"
"Iya,tau deh yang rajin mah beda"
"Eh iya fik,aku mau nanya tapi kamu jangan kesinggung ya,kalau aku lihat lihat kamu kayaknya  jarang berinteraksi dengan perempuan,emang nya kenapa sih fik?"
"Kenapa kamu nanya gitu?"
"Ya aku aneh aja baru kali ini aku ketemu cowok seperti kamu,beda dari yang lain"
"Bukannya kenapa kenapa sih el,tapi kan dalam islam tidak diperbolehkan berinteraksi terlau dekat dengan lawan jenis"
"Ohh gitu ya,maaf fik soalnya aku gak tahu"
"Iyaaa"
"Eh iya el,kamu gak pake kerudung ya?"
"iya,emangnya kenapa fik?"
"Bukannya Islam itu mewajibkan setiap perempuan untuk menutup auratnya ya,tapi kenapa kamu enggak?"
"Iya aku tahu,tapi aku males soalnya pakai kerudung itu gerah tahu "
"Tapi el,menutup aurat itu kan kewajiban,kamu mau apa nanti ayah kamu harus menanggung dosa kamu,apa kamu gak sayang sama ayah kamu?"
Jlebb .. ucapannya itu loh ngena banget,jadi pengen nangis deh 
"Tapi kan fik .."
"Ayolah el,mau nunggu sampai kapan ?"
"Tapi kan fik percuma saja kalau pakai kerudung tapi kelakuannya masih gak benar"
"El,dengerin ya,menutup aurat itu adalah suatu kewajiban,sementara sikap itu kan bisa di rubah seiring berjalannya waktu.Nanti juga kalau kamu sudah menutup aurat,insyaallah sikap kamu juga akan ikut baik kok"
Duhh kenapa aku jadi di ceramahin gini sih ..
"Iya deh iya,nanti aku coba"
"Jangan di nanti nanti el"
"Iya pak ustazdz iya,doain aja yaaaa"
Setelah mendapat ceramah dari fikri aku jadi kepikiran.Sebenarnya sih apa yang dikatakan fikri benar juga.Akhirnya aku pun memutuskan untuk memakai jilbab,walaupun belum syari sih tapi kan proses.
Hari ini aku pergi ke sekolah dengan mengenakan seragam sekolah yang panjang.Di sepanjang jalan banyak orang yang melihatku dengan tatapan aneh,bahkan ada juga yang menertawakan ku.Tapi aku gak pikirin toh apa yang aku lakukan ini baik kok.
Aku pun berjalan menuju ke kelas ku,ketika sampai pintu aku mendengar ada orang yang sedang mengaji,ketika aku lihat ternyata yang sedang mengaji itu fikri.Masyaallah suaranya merdu sekali,duh fikri udah ganteng,pintar,sholeh lagi hmm nikmat allah mana lagi yang akan kamu dustakan .. Calon imam idaman ini mah hehe eh astagfirullah ..
Setelah fikri selesai mengaji aku pun langsung  menghampirinya.Ketika fikri melihatku dia kelihatannya terkejut,mungkin terkejut karena perubahanku .
"Masyaallah Elina,ini beneran kamu?Alhamdullah"
"Iya fik,makasih ya"ucapku sambil menangis
"Makasih untuk apa el?"
"Makasih karena kamu telah menyadarkan aku,makasih karena kamu telah membuat aku menjadi Elina yang lebih baik lagi,aku tahu bahwa selama ini aku salah"
"Iya el sama sama,sudah kewajiban kita sesama muslim untuk saling mengingatkan.Tapi ingat kamu berubah bukan karena aku ya,tapi harus karena Allah"
"Iya fik,mungkin hidayah itu datangnya lewat kamu.Tapi insyaallah aku berubah karena Allah "
"Iya el,bagus kalau begitu,aku turut bahagia dan semoga Istiqomah yaa"
"Iya,aamiin"

Percayalah mempunyai teman yang selalu mengingatkan kita kepada hal yang lebih baik itu menyenangkan.